PENGARUH PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI MELALUI PENERAPAN NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DI KEMENTERIAN KEUANGAN
Kata Kunci:
budaya organisasi, Organizational Citizenship Behavior (OCB), mixed methodAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh budaya organisasi melalui penerapan Nilai-nilai Dasar ASN BerAKHLAK terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pegawai Kemenkeu. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perilaku pegawai dalam penerapan Nilai-nilai Dasar ASN BerAKHLAK untuk mewujudkan perilaku OCB yang lebih kuat dalam membantu orang lain dan organisasi. Peran Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) dalam menguatkan karakter pegawai Kementerian Keuangan juga dikaji. Pelatihan yang langsung dan tidak langsung dikaitkan dengan penguatan budaya organisasi untuk mewujudkan perilaku OCB yang lebih kuat. Pada beberapa penelitian, penggunaan variabel kontrol dapat membantu menjelaskan pengaruh suatu variabel, oleh sebab itu, jenis kelamin dan lama kerja juga diuji pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perilaku OCB pegawai. Metode penelitian ini adalah mixed method yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, dengan data kualitatif sebagai pelengkap dan memperjelas hasil pengujian kuantitatifnya. Hasil yang diperoleh dari analisis kuantitatif yaitu penguatan budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap OCB pegawai Kemenkeu. Sedangkan variabel jenis kelamin tidak signifikan mempengaruhi OCB pegawai dan variabel lama kerja berpengaruh positif terhadap OCB pegawai. Hasil analisis kualitatif diperoleh bahwa pimpinan organisasi telah menyusun program penguatan budaya di masing-masing unit dengan tantangannya antara lain adalah perbedaan generasi. Para pegawai relatif telah menerapkan nilai-nilai organisasi untuk OCB yang lebih kuat. Pelatihan soft competency diharapkan diperluas dan dikaitkan dengan implementasinya.