PERSEPSI PEGAWAI TERHADAP IMPLEMENTASI CROSS-FUNCTION (STUDI KASUS BUDAYA KERJA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DAN KETERIKATAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK)
Kata Kunci:
cross-function, budaya kerja organisasi, motivasi kerja, keterikatan pegawaiAbstrak
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui persepsi pegawai atas implementasi program cross-function yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap budaya kerja organisasi, motivasi kerja, dan keterikatan pegawai baik terhadap unit organisasi asal maupun unit organisasi tujuan dengan menggunakan konsep stimuli-organism-response. Hal ini sangat penting sebagai salah satu upaya dalam mengetahui dampak kebijakan cross- function langsung berdasarkan sudut pandang dari aktor yang menjadi objek kebijakan tersebut. Dalam kerangka stimuli-organism-response yang dipopulerkan oleh Mehrabian & Russel dalam Hasan et. al. (2020) disebutkan bahwa rangsangan lingkungan (stimuli) yang dalam konteks penelitian ini adalah pelaksanaan program cross-function, dapat menimbulkan respons emosional pegawai yang dimanifestasikan dalam bentuk perubahan persepsi budaya kerja yang akan memengaruhi tingkat motivasi dan keterikatan pegawai yaitu bagaimana pegawai tersebut bersikap dan berperilaku dalam pelaksanaan tugasnya. Melalui hasil penelitian ini, organisasi diharapkan dapat meninjau kembali atau menyempurnakan kebijakan yang diambil mulai dari proses rekrutmen, penempatan pegawai di unit tujuan atau ketika kembali lagi ke unit asal setelah selesai melaksanakan penugasan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner online terhadap 108 pegawai yang ditugaskan mengikuti program cross-function di Kemenkeu khususnya DJP. Data kuantitatif diolah menggunakan SPSS Statistik dan data kualitatif diinterpretasikan dengan pendekatan tematik untuk memperkaya pembahasan dan mendukung hasil penelitian analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan persepsi antara pegawai yang masuk DJP dan keluar DJP atas variabel Budaya Kerja Organisasi. Selain itu, juga terdapat perbedaan signifikan pada variabel Motivasi Kerja dan Keterikatan Pegawai antara yang mengikuti program cross-function dengan tujuan ke DJP dengan pegawai yang mengikuti program cross-function dengan tujuan keluar dari DJP.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Kajian Akademis BPPK

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.