PREDIKSI REALISASI ANGGARAN DENGAN SARIMA
Kata Kunci:
SARIMA, analisis prediksi, realisasi, anggaran, pemerintahAbstrak
Tata kelola pembangunan ekonomi di Indonesia menganut pembangunan ekonomi inklusif. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendefinisikan salah satu dari tiga pilar utama pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi tinggi. Dalam mendorong salah satu pilar yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui belanja negara yang efisien dan efektif, perlu dilakukan pengelolaan anggaran yang berkualitas. Salah satu tantangan yang terjadi dalam pengelolaan anggaran adalah ketidakyakinan dalam mengestimasi realisasi anggaran atau menentukan rencana penarikan dana (RPD). Melalui regulasi terbaru yaitu Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor Per-5/PB/2024 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Belanja Kementerian Negara/Lembaga, satuan kerja didorong untuk menjaga kualitas perencanaan anggaran Kementerian/Lembaga/unit Eselon I/Satuan kerja berdasarkan rata-rata nilai kinerja bulanan deviasi halaman III DIPA. Dengan kondisi tersebut, di mana satuan kerja belum memiliki acuan dalam mengestimasi realisasi anggaran dan berefek kepada kinerja realisasi anggaran dan IKPA yang rendah, kami mengajukan model untuk mengestimasi realisasi anggaran dengan menggunakan Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA). Metode SARIMA tersebut kami uji cobakan dengan menggunakan data realisasi anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang diperoleh dari API OMSPAN sejak tahun 2016. Adapun tool yang digunakan adalah python. Hasil SARIMA tersebut adalah perbandingan antara prediksi dengan realisasi riil beberapa unit kerja eselon 1 Kemkominfo pada 2024. Hasil prediksi realisasi anggaran ini bermanfaat bagi pimpinan satuan kerja dan instansi dengan memberikan gambaran estimasi realisasi anggaran sampai dengan akhir tahun sehingga dapat merumuskan kebijakan strategis pengelolaan anggaran. Adapun bagi Kementerian Keuangan selaku bendahara negara, pemodelan ini dapat membantu dalam mengestimasi nilai realisasi anggaran sehingga dapat mendorong belanja negara yang efisien dan efektif. Pemodelan SARIMA ini dapat dikembangkan ke penelitian selanjutnya dengan menggunakan data dari SAKTI untuk mensimulasikan data RPD lebih detail.