ANALISIS CRITICAL SUCCESS FACTOR DIGI.KA UNTUK IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING BIDANG KEUANGAN
Kata Kunci:
DiGi.Ka, critical success factor, keuangan, pemerintah, SPBEAbstrak
Selama bertahun-tahun, sistem Enterprise Resource Planning (ERP) telah banyak digunakan di sektor swasta dan pemerintahan. Sistem ERP adalah perangkat lunak yang terdiri atas kumpulan modul untuk pengelolaan, pengintegrasian, dan optimalisasi fungsi bisnis dan transaksi dari sebuah organisasi. Melalui Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), aplikasi pemerintah terbagi menjadi dua jenis yaitu aplikasi umum dan aplikasi khusus. Aplikasi umum adalah aplikasi SPBE yang sama, standar, dan digunakan secara bagi pakai oleh instansi pusat dan/atau pemerintah daerah. Hingga tahun 2020, belum ada aplikasi umum bidang keuangan di Indonesia yang mendukung kebutuhan pencatatan detail transaksi keuangan. Oleh karena itulah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada tahun 2021 membuat sistem ERP bidang keuangan bernama Digitalisasi Pertanggungjawaban Keuangan Negara (DiGi.Ka). Selama tiga tahun beroperasi DiGi.Ka telah memberikan manfaat kepada pengelola keuangan dan para pegawai. ERP DiGi.Ka mudah digunakan, tanpa kertas, multi-platform, terdokumentasi dengan baik, serta dikembangkan internal oleh pegawai Kemkominfo, yang sudah memahami proses bisnis serta mengikuti regulasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pengalaman keberhasilan implementasi ERP DiGi.Ka dapat dievaluasi dan diteliti melalui critical success factor (CSF). Metodologi yang dilakukan dalam mengetahui CSF DiGi.Ka adalah identifikasi CSF dari sumber literatur, mengeliminasi CSF yang tidak relevan, melakukan wawancara dengan stakeholder DiGi.Ka, identifikasi CSF dari wawancara, membandingkan CSF antara wawancara dengan sumber literatur, serta memberikan hasil kesimpulan. Penelitian menghasilkan 6 CSF teridentifikasi yaitu top management support and system, education in traning and system, interdepartmental cooperation and communication, data analysis and conversion, business process reengineering, dan integration of the system. Dengan mengidentifikasi CSF yang valid, kita dapat mereplikasi implementasi DiGi.Ka di satuan kerja lain dengan faktor pendukung yang tepat. Harapan ke depan dengan replikasi ini adalah dapat terjadi penghematan dalam pengadaan ERP bidang keuangan serta standardisasi proses bisnis keuangan di sektor pemerintah untuk dukungan percepatan transformasi digital sektor keuangan pemerintah.