KASUS PENYUSUNAN SATUAN BIAYA PRODUKSI BATUBARA DALAM RANGKA PENILAIAN TUBUH BUMI OPERASI PRODUKSI

Penulis

  • Listiyarko Wijito Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak

Kata Kunci:

biaya operasional penambangan, biaya pengolahan, biaya pengangkutan

Abstrak

Penelitian ini menghitung biaya produksi batubara per ton berdasarkan rincian biaya per tahapan kegiatan produksinya dengan menggunakan pendekatan biaya penggunaan alat (equipment cost) per jam, serta jumlah jam kerja penggunaan alat yang dihitung berdasarkan produktifitas alat. Pendekatan yang digunakan lebih bersifat diskriftif kuantitatif dengan metode studi kasus. Dengan menggunakan alat gali Komatsu PC- 400, alat  angkut truk  komatsu HD-255-3,  diperoleh perhitungan biaya pengupasan overburden sebesar $0.837/Bcm  dengan penambahan biaya sebesar $0.227/Bcm/Km.  Biaya coal getting  sebesar $0.368/Bcm dengan penambahan biaya sebesar $0.721/Ton/Km. Dengan menggunakanan alat  angkut  truk  tronton kapasitas 15 Ton, biaya pengangkutan (hauling)  dari ROM Stocpile ke CPP sebesar  $0.174/Ton/Km.  Biaya pengolahan batubara sebesar $2/Ton. Biaya pemuatan ke kapal (barging) sebesar $0.332/Ton/Km. Biaya pengapalan (shipping) sebesar  $0.0197/Ton/Mil, ditambah dengan biaya transhipment sebesar $0,5/Ton.  Biaya produksi batubara dihitung sebesar $26.54/Ton, Hasil perhitungan biaya produksi tersebut dengan menggunakan asumsi stripping ratio 1:4, jarak angkut overburden 3 kilometer, jarak angkut ke ROM stockpile 3 kilomter, jarak angkut ke CPP stockpile 60 kilomter, jarak pemuatan ke kapal tongkang 5 kilometer dan jarak pengapalan menggunakan kapal tongkang sejauh 250 Mil. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh fiskus untuk menguji kewajaran biaya produksi yang dihitung oleh Wajib Pajak.

Diterbitkan

2020-12-31

Cara Mengutip

Wijito, L. (2020). KASUS PENYUSUNAN SATUAN BIAYA PRODUKSI BATUBARA DALAM RANGKA PENILAIAN TUBUH BUMI OPERASI PRODUKSI. Simposium Nasional Keuangan Negara, 2(1), 402–423. Diambil dari https://jurnalbppk.kemenkeu.go.id/snkn/article/view/557