PARA PENILAI, HATI-HATI! EVALUASI ATAS AKURASI TEKNIK ESTIMASI PENYUSUTAN NILAI BANGUNAN DALAM PENDEKATAN BIAYA UNTUK PENILAIAN PROPERTI

MENGAPA PENGGUNAAN PENDEKATAN BIAYA DALAM PENILAIAN PROPEPERTI DAPAT MENGHASILKAN NILAI YANG KURANG AKURAT DALAM ERA PANDEMI?

Penulis

  • Kristian Agung Prasetyo Pusdiklat Pajak

Kata Kunci:

nilai, penyusutan, pajak, data pembanding

Abstrak

Metode penilaian properti yang paling banyak dipergunakan di Indonesia adalah metode biaya. Inti dari metode ini adalah bahwa nilai properti bisa didekati dengan menggunakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh properti itu. Tentunya cara ini paling sesuai untuk properti yang baru selesai dibangun. Untuk properti yang kondisinya tidak seperti ini lagi, penilai harus memperhitungkan pengurangan nilai yang disebabkan oleh adanya penyusutan. Dari tiga jenis penyusutan yang umum dikenal – yaitu fisik, fungsi, dan ekonomi – yang paling sering diperhitungkan dalam metode biaya adalah penyusutan fisik. Padahal justru peranan penyusutan fungsi dan ekonomi yang lebih besar pengaruhnya terhadap nilai. Paper ini dimaksudkan untuk menunjukkan teknik untuk mengestimasi besarnya ketiga jenis penyusutan itu secara bersama-sama. Simulasi yang dilaporkan pada paper in menunjukkan bahwa teknik penghitungan yang disampaikan dapat menghitung estimasi penyusutan yang secara statistik lebih akurat.

Diterbitkan

2020-12-31

Cara Mengutip

Prasetyo, K. A. (2020). PARA PENILAI, HATI-HATI! EVALUASI ATAS AKURASI TEKNIK ESTIMASI PENYUSUTAN NILAI BANGUNAN DALAM PENDEKATAN BIAYA UNTUK PENILAIAN PROPERTI: MENGAPA PENGGUNAAN PENDEKATAN BIAYA DALAM PENILAIAN PROPEPERTI DAPAT MENGHASILKAN NILAI YANG KURANG AKURAT DALAM ERA PANDEMI?. Simposium Nasional Keuangan Negara, 2(1), 163–177. Diambil dari https://jurnalbppk.kemenkeu.go.id/snkn/article/view/529