EMPOWERING SMES EXPORT BY EXPORT PROMOTION POLICY: THE CASE OF DUTY EXEMPTION INCENTIVES FOR SMES IN INDONESIA
Kata Kunci:
duty exemptions, SMEs, exportAbstrak
Rendahnya Tingkat partisipasi IKM dalam perdagangan internasional mendorong pemerintah untuk melakukan intervensi untuk meningkatkan keterlibatan IKM dalam pasar global. Pada tahun 2017, pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan yang memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dengan tujuan untuk diolah dalam rangka diekspor untuk IKM yang dikenal sebagai fasilitas KITE IKM. Untuk memperoleh fasilitas ini, IKM disyaratkan untuk mendaftarkan diri sebagai KITE IKM. Oleh karena itu meskipun kebijakan dimulai pada tahun 2017 namun fasilitas dinikmati oleh IKM mulai ditahun yang berbeda-beda tergantung kapan IKM melakukan pendaftaran. Dalam studi empiris ini, saya menggunakan metode difference-in-differences dengan variasi waktu perlakuan untuk mengeksplorasi dampak dari penerapan kebijakan KITE IKM terhadap aktifitas impor dan ekspor IKM. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan periode waktu dari 2015-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insentif KITE IKM memberikan peningkatan yang signifikan terhadap ekspor dan impor IKM. Namun demikian dampak ini tidak bersifat jangka panjang. Dalam jangka panjang, kebijakan ini tidak memberikan dampak terhadap ekspor. Sementara dampaknya terhadap impor semakin melemah dalam jangka panjang meskipun tetap positif. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk para pembuat kebijakan untuk dapat merumuskan kebijakan yang dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.